Modernisasi ICARE Berbuah Manis : Petani Kentang Panen Melimpah di Tengah Ancaman Gagal Panen
GARUT – Di tengah kondisi cuaca tidak menentu yang menyebabkan kegagalan panen hingga 80% di kalangan petani kentang, Kang Abuy, anggota Koperasi Produsen Putra Cisurupan Berdaya, berhasil memanen hasil yang luar biasa pada Senin (08/09/2025). Menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Good Agricultural Practice (GAP) dari program ICARE Jawa Barat, Kang Abuy sukses memanen total 33 ton kentang dari dua varietas di lahan terpisah. Panen varietas Titan bahkan mencapai 24 ton dari lahan setengah hektar, sebuah capaian yang melampaui produktivitas rata-rata kentang di Garut sebesar 23,42 ton per hektar.
Keberhasilan panen ini merupakan buah dari penerapan teknologi dan praktik pertanian modern yang diperkenalkan ICARE sejak 2024. SOP tersebut mencakup penggunaan cultivator untuk efisiensi biaya tenaga kerja, pengecekan kesehatan tanah secara berkala, serta aplikasi asam humat dan bakterisida untuk memperkuat tanaman. Metode ini terbukti efektif menekan risiko kerugian, sementara banyak petani lain yang tidak mengikuti SOP ICARE harus menghadapi panen di bawah 15 ton per hektar akibat serangan layu fusarium yang dipicu cuaca ekstrem.
"Kalau saya pribadi menggunakan SOP ICARE, bisa mengurangi kegagalan panen, layu fusariumnya tidak banyak cuman 10%, kalo petani lain ada yang 50-80%," tutur Kang Abuy saat ditemui di lokasi panen. Kesaksiannya mengukuhkan bahwa adopsi inovasi dan pendampingan intensif dari program ICARE mampu memberikan solusi nyata, meningkatkan ketahanan tanaman, dan pada akhirnya mendongkrak kesejahteraan petani secara signifikan di tengah tantangan iklim yang semakin berat.